SITA HARTA BERSAMA (MARITAL BESLAG) Cetak
Ditulis oleh Evi Novriah   

PELETAKAN SITA HARTA BERSAMA (MARITAL BESLAG)

PENGADILAN AGAMA BLAMBANGAN UMPU

Kamis, 30 Januari 2020

 Kamis, 30 Januari 2020 Pengadilan Agama Blambangan Umpu melaksanakan Sita Marital terhadap harta bersama (Marital Beslag) atas permohonan bantuan sita dari Pengadilan Agama Tanggamus dengan nomor perkara 1329/Pdt.G/2018/PA.Tgm tanggal 16 Desember 2019 yang diajukan oleh Joko Susilo melawan Rusnilawati;



Tim dipimpin oleh Hj. Tun Mukminah, SH., MH Panitera Pengadilan Agama Blambangan Umpu, terdiri dari Panitera Pengganti, Jurusita dan beberapa orang pegawai yang bertindak sebagai saksi berangkat pukul 09.00 menuju lokasi objek sengketa di Kampung Bandar Dalam Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan setelah sebelumnya mendengarkan pengarahan dari Ketua Pengadilan Agama Blambangan Umpu, Yopie Azbandi Aziz, S.Ag., MH;

Tim berkumpul di kantor Kepala Kampung Bandar Dalam dengan di hadiri oleh Kepala Kampung Bandar Dalam Ibrahim, Penggugat dan Kuasa Hukum Penggugat Yalva Sabri, SH serta beberapa petugas dari Kepolisian Sektor Negeri Agung Kabupaten Way Kanan kemudian secara bersama sama menuju objek sengketa berupa rumah batu permanen dengan ukuran bangunan 11 x 11 dan ukuran tanah 48,5 x 14,6 yang beralamat di Rt.002 Rw.006 Kampung Bandar Dalam Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan dengan sertifikat Hak milik nomor : 896 tahun 2014 atas nama Rusnila Wati;

Setelah Panitera membuka acara dengan memberikan penjelasan bahwa sita Marital ini bermaksud agar objek tidak dapat di pindahtangankan atau di perjual belikan dengan pihak lain sampai dengan selesainya perkara ini, kemudian Jurusita Pengganti memasang banner Sita yang bertuliskan kalau objek berupa rumah dan tanah disita oleh Pengadilan Agama Tanggamus. Dan setelah itu Jurusita Pengganti Pengadilan Agama Blambangan Umpu, Gading Wardian, SH membacakan Penetapan Sita dan menandatangani Berita Acara Penetapan Sita tersebut bersama dengan 2 orang saksi dan Kepala Kampung Bandar Dalam.

Kemudian Panitera dan Tim meninggalkan objek sengketa setelah menutup acara peletakan sita dan kembali menuju kantor Pengadilan Agama Blambangan Umpu untuk beraktifitas kembali.